Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Peci Pejuang Negeri

Dua peci ini memiliki pesan sejarah. Yang satu khas Aceh, dan satunya khas Makassar (Sulawesi Selatan). Keduanya mengingatkan gerakan protes bersenjata yang dipimpin oleh Daud Beureueh (Aceh) dan Kahar Muzakkar (Sulsel). Kekecewaan mereka kepada Presiden Soekarno atas perjuangan daerah yang tidak diapresiasi.

Kedua tokoh tersebut adalah Kombatan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) 1950an. Berjuang bersama mengusir penjajah di daerah masing-masing. Namun cerita sejarah tak sejalan dengan harapan mereka. Soekarno yang berkuasa menyematkan kekecewaan mendalam pada mereka.

Kami mengenakan peci ini, bukanlah dalam agenda meneruskan pemberontakan. Namun, ada kabut kecewa yang luruh pada kekuasaan negara.

Setidaknya, Lelaki yang berpeci Makassar (Handoko) sedang mengemban tugas menjadi Penyelenggara Pemilu. Dan Lelaki yang berpeci Rencong (Agus M) pernah berada dijalan itu. Menyimpan rasa yang sama. Pada hasil pemilu yang pernah dilaksanakannya.

Demokrasi disepekati sebagai jalan damai pergantian kekuasaan negara. Rulling elit di Indonesia lewat gelaran Pemilu. Di segmen ini semua energi bertaruh untuk bisa menembus posisi kuasa.

Peci yang dipakai dua lelaki ini, masih menyimpan bara kekecewaan. Pada sistem civil society yang berjalan berlawanan arah dengan semangat demokrasi.

Bagaimana tidak? Pemerintahan hasil pemilu dan pemilihan acap kali tak sejalan dengan tulisan-tulisan hikmah yang disampaikan pada saat mendaftarkan. Program bergerak sesuai selera yang mengajak. Nurani dihimpit di bawah tuntutan janji.

Mengenakan peci ini, sebentuk asa bagaimana merasakan kecewa pada negara. Yang tak kunjung mendapatkan pemerintahan yang memiliki hikmah bijaksana.

Cukuplah bencana Sumatera yang menjadi penanda dari gumpalan rasa pada kedua peci yang dikenakan mereka pagi ini.

Dan di pagi Jumat penuh Rahmat ini kami Ucapkan Selamat atas Pernikahan Geby dan Ozzi, 19 Desember 2025.

Semoga Masyarakat Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat) kelak mendapatkan hidup baru yang lebih baik dari Tuhan Yang Maha Esa.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *