Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sosialisasi 4 Pilar Tahap III, Kak Nanan Diskusi Sila ke Lima Pancasila Terkait Fenomena Abuse of Power

Lubuklinggau-H. SN Prana Putra Sohe anggota DPR/MPR RI FPKB Dapil Sumsel 1 melakukan Diskusi Publik sekaligus Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Tahap III di Rumah Aspirasi Lubuklinggau, Minggu 12 April 2026.

Ada hal hang menarik dalam diskusi publik dan SOS 4 Pilar tahap III ini karena Legislator PKB ini mengutif sila ke 5 Pancasila ” Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ” dengan melihat probematika kasus tentang ” Abuse Of Power ” yang marak terjadi di indonesia saat ini. Katakanlah kasus Amsal Sitepu di Tanah Karo Prov. Sumut yang berakhir dengan putusan bebas dari Pengadilan Medan.

Kak Nanan memberikan contoh kasus terbaru yang sedang menimpa salah satu konstituennya di Muratara, Refpin salah seorang ART asal Muratara menjadi terdakwa gara-gara diduga melakukan penganiayaan terhadap anak majikannya di Bengkulu.

Kasus ini terjadi pada Agustus 2025 dan telah dilakukan penahanan terhadap terdakwa pada 2 Februari 2025 di LPP Bengkulu. Kasus ini viral dan menjadi sorotan tajam oleh semua pihak, dimana banyak terjadi kejanggalan didalam prosesnya, sehingga menjadi perhatian serius Komisi XIII DPR RI yang notabene fokus terhadap pelanggaran HAM.

Secara personal dan konstitusi Kak Nanan bersama anggota lain wajib hadir untuk memastikan proses berjalannya hukum tersebut bisa berjalan dengan baik dan benar atas dasar kemanusiaan. Dan sampai saat ini pun mereka masih memantau dari proses berjalan nya peradilan bukan untuk mengintervensi melainkan memastikan keadilan berjalan dengan baik dimana harus selaras dengan KUHP & KUHAP baru yang mengedepankan Restoratif berkeadilan.

Diskusi inipun berjalan sangat antusias karena perwakilan dari mahasiswa pun ikut mengomentari dan memberikan dukungan moril terhadap kasus Refpin di Bengkulu.

Diakhir sesi diskusi, Kak Nanan menyampaikan bahwa kita semua harus peka terhadap permasalahan yang timbul disekitar karena itu bentuk perhatian nyata dan kepedulian kita terhadap sesama agar kita bisa selalu kompak, bahu membahu meningkatkan rasa solidaritas serta gotong-royong.-*

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *